+(00) 123-345-11

Tumbuhkan Naluri Kepedulian dan Kepemimpinan: Prodi PBA FTIK IAIN Kerinci Gelar Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa

Thumbnail Berita
Terbit : Saturday 30 August 2025

Sungai Penuh, 30 Agustus 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci terus meneguhkan eksistensinya sebagai prodi yang tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu kebahasaaraban, tetapi juga serius dalam membangun karakter kepemimpinan mahasiswa. Komitmen itu tampak jelas melalui kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa tingkat Dasar (PKMD) yang digelar pada Sabtu (30/8), menghadirkan rangkaian materi yang padat dan sarat makna.

Kegiatan ini digagas oleh Ustadz Ferki Ahmad Marlion sebagai inisiator, yang melihat pentingnya mahasiswa PBA dibekali pengalaman kepemimpinan sejak dini. Namun, keberhasilan terselenggaranya acara ini terletak pada peran besar Kaprodi PBA, Ustadz Yoza Andi Putra, M.Pd.. Beliau memberikan dukungan penuh, bukan sekadar dalam bentuk restu, tetapi juga melalui tenaga, dorongan moril, dan bantuan materil. Sikap pengorbanan ini menjadi teladan nyata kepemimpinan inovatif yang melayani.

Dalam sambutannya, Kaprodi PBA menegaskan bahwa PKMD adalah wahana untuk membentuk pribadi mahasiswa yang berjiwa pemimpin, berempati, dan mampu berkolaborasi. “Pelatihan ini harus kita maknai sebagai langkah awal untuk menumbuhkan tradisi kepemimpinan yang sehat di kalangan mahasiswa PBA. Kepemimpinan bukan soal kedudukan, melainkan pengabdian, niat lurus, dan keberanian untuk melayani,” ungkapnya penuh makna.

Acara hari pertama menghadirkan para pemateri yang telah kenyang dengan pengalaman organisasi. Pemateri pertama, Ustadz Yoza Andi Putra, M.Pd., menyampaikan materi seputar keprodian, pencapaian yang telah diraih, serta arah yang hendak dituju oleh Prodi PBA. Pemaparan ini memberi mahasiswa gambaran nyata bahwa PBA adalah rumah akademik yang terus bertumbuh, berdaya saing, dan berorientasi pada mutu.

Kemudian hadir Ustadz Al Amin Hadi, M.Pd.I, sebagai pemateri kedua. Dengan segudang pengalaman di organisasi intra maupun ekstra kampus, dan berbekal perbah melakoni organisasi kepemudaan ditingkat pusat ia menekankan betapa pentingnya mahasiswa mengasah kepemimpinan lewat organisasi. “Organisasi adalah ruang penggemblengan diri, tempat mahasiswa belajar arti tanggung jawab, solidaritas, dan keberanian menyuarakan kebenaran,” tegasnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Ustadz Ferki Ahmad Marlion, yang membawakan materi tentang manajemen organisasi. Dengan pengalaman panjangnya melakoni organisasi daerah, wilayah, maupun pusat, seperti KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), organisasi sosial dan keagamaan ia menekankan pentingnya mengelola organisasi secara profesional, agar tidak terjebak pada kepentingan pribadi. Menurutnya, organisasi yang sehat adalah yang menumbuhkan nilai integritas, kejujuran, keadilan, kepekaan, kepedulian dan kebermanfaatan bersama.

Suasana pelatihan hari pertama berlangsung penuh antusiasme. Mahasiswa aktif berdiskusi, bertanya dan memberikan refleksi kritis. Mereka tidak sekadar mendengar, melainkan ikut terlibat membangun wacana bersama. Atmosfer intelektual ini mencerminkan bahwa PKMD telah menjadi ruang tumbuh yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan semangat baru.

Dari jalannya kegiatan, terlihat bahwa dukungan penuh Kaprodi dan para dosen bukan hanya simbol formalitas, melainkan wujud nyata pengorbanan untuk membimbing mahasiswa. Perpaduan antara materi akademis, nilai kepemimpinan, serta suasana kekeluargaan menjadikan PKMD hari pertama sebagai langkah awal yang kuat untuk melahirkan pemimpin muda PBA yang cerdas, berakhlak, dan berdaya juang tinggi.

© 2025 / ALL RIGHTS RESERVED