+(00) 123-345-11

Optimalkan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Arab, Prodi PBA IAIN Kerinci Gelar Kuliah Tamu

Thumbnail Berita
Terbit : Thursday 10 July 2025

SUNGAI PENUH - Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci menggelar kuliah tamu dengan tema Pembelajaran Bahasa Arab berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan guna meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Arab.

Acara yang berlangsung di Ruang Perkuliahan Gedung SBSN, Kamis (10/7), dengan peserta dari mahasiswa PBA IAIN Kerinci. Turut hadir Ketua Prodi PBA, Yoza Andi Putra, M.Pd., serta dosen Arina Wahyuni, M.Pd. selaku pembawa acara dan Ferki Ahmad Marlion, M.Pd. sebagai moderator. Dalam sambutannya, Yoza Andi Putra menekankan pentingnya mahasiswa menguasai penggunaan AI.

“Penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa Arab sesuai dengan gaya belajar generasi Z yang tumbuh di era digital. Ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa saat melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL),” jelasnya.

Narasumber, Arifka Mahmudi, M.Pd., guru bahasa arab MTsN 3 Bengkulu Selatan yang juga berasal dari Kerinci, memaparkan bukti peningkatan minat belajar siswa melalui AI. Arifka menyebut perkembangan AI saat ini sangat mencuri perhatian banyak orang, potensi ini tentunya menjadi kesempatan kita untuk menghadirkan media belajar sebagai ruang yang menyenangkan.

“AI dapat menciptakan media pembelajaran lebih menarik, seperti game dan kuis interaktif yang berpusat pada siswa,” ujarnya.

Arifka memperkenalkan sejumlah platform AI pendukung pembelajaran Bahasa Arab yang diperkenalkan oleh Arifka seperti: Pembuatan Game/Kuis: Kahoot!, Quizalize, Wordwall, Quizizz; Konversi Teks ke Suara (Text to Speech): TTSfree.com; Pembuatan Avatar: Animate Your Voice; Pengeditan Video: CapCut.; ChatGPT;  Mapify; Suno; dan lainnya.

Meski menyoroti kemudahan dan fitur menarik AI, Arifka mengingatkan peran sentral guru sebagai mesin utama yang menggerakan suasana pembelajaran menjadi lebih menarik dan secara holistik dapat dipahami oleh siswa sebagai bagian utuh pengembangan karakter diri.

“Yang terpenting adalah kecerdasan guru dalam mengemas pembelajaran dan menggunakan AI secara bijak. Guru wajib menanamkan nilai kejujuran, keikhlasan, percaya diri, dan resiliensi,” tegasnya.

Sebagai penutup, mengutip perkataan George Couros Arifka menyampaikan bahwa teknologi tidak akan menggantikan guru hebat, tapi teknologi di tangan guru hebat akan menjadi transformasional. Teknologi, lanjutnya, takkan menggantikan guru hebat yang tak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan.

PUSAT MEDIA & PROMOSI
IAIN Kerinci 2025

© 2025 / ALL RIGHTS RESERVED